Intellasia East Asia News – Kenaikan cukai tembakau untuk mendongkrak penerimaan negara: Indef
Indonesia

Intellasia East Asia News – Kenaikan cukai tembakau untuk mendongkrak penerimaan negara: Indef

Keputusan pemerintah untuk menaikkan cukai hasil tembakau sebesar 12 persen pada tahun 2022 kemungkinan akan meningkatkan penerimaan negara, kata Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), direktur eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

“Kenaikan harga rokok dan penurunan produksi rokok akan memperbesar kemungkinan naiknya penerimaan negara dari cukai hasil tembakau,” kata Ahmad kepada ANTARA di Jakarta.

Pemerintah menargetkan penerimaan cukai hasil tembakau pada 2022 mencapai Rp192 triliun, meningkat 11,56 persen dari target 2021 sebesar Rp173 triliun.

Meski ada kenaikan cukai, Ahmad berharap penerimaan cukai hasil tembakau pada 2022 lebih rendah dari tahun 2021 ketika penerimaan cukai telah melampaui target dan mencapai Rp193 triliun, kata direktur eksekutif.

Kenaikan cukai hasil tembakau selain untuk meningkatkan penerimaan negara juga bertujuan untuk mengendalikan konsumsi rokok yang terbukti merugikan kesehatan, ujarnya.

“Dengan turunnya tingkat konsumsi, maka tingkat produksi juga akan turun. Saya yakin ini akan sejalan dengan misi pemerintah untuk mengurangi prevalensi merokok di kalangan anak-anak dan remaja, terutama mereka yang berusia di bawah 18 tahun,” kata Ahmad.

Penurunan produksi rokok akan berdampak pada berkurangnya kontribusi industri rokok terhadap perekonomian nasional, ujarnya seraya menambahkan belum bisa memperkirakan secara pasti persentase potensi penurunan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan niatnya untuk bersikap adil dalam memutuskan kenaikan cukai hasil tembakau.

“Saya harus memainkannya dengan anggun. Oleh karena itu, saya menyiapkan beberapa rencana kenaikan cukai dan dampaknya. (Dengan menaikkan cukai tembakau), kami juga akan membantu menanggulangi (ancaman) rokok ilegal,” kata Indrawati saat talkshow yang dibawakan oleh selebriti Deddy Corbuzier.

Menteri mengakui fakta bahwa setiap perubahan cukai tembakau akan sangat sensitif, karena banyak pemangku kepentingan dengan kepentingan yang berbeda akan terpengaruh.

“Kalau kenaikan cukai terlalu rendah, saya akan ditegur Kemenkes, tapi kalau saya naikkan cukai terlalu tinggi, masyarakat akan menuduh saya dipengaruhi Kemenkes dan dunia internasional,” kata Menkes.

https://en.antaranews.com/news/209609/tobacco-excise-hike-to-boost-state-revenue-indef

Kategori: Indonesia


Cetak Postingan Ini

Posted By : totobet hk hari ini